Desentralisasi Mandiri Bakal Libatkan 492 Atlet


Kamis, 9 Januari 2014 – 07:51:15 | Olahraga | Dibaca : 157 Kali

SAMARINDA – KONI Kaltim belum memutuskan jadwal desentralisasi mandiri. Pemusatan latihan yang rencananya mulai digeber Desember lalu itu tak kunjung terealisasi. Rapat KONI Kaltim kemarin (8/1) juga belum menghasilkan keputusan terkait planning training centre jelang PON 2016 di Jawa Barat.

“Ada rencana melangsungkan desentralisasi mandiri pada 10 Januari ini. Tetapi belum bisa dipastikan karena masih ada kelengkapan atlet yang dalam proses,” terang Ketua Umum KONI Kaltim Zuhdi Yahya melalui Sekretaris Umum Afiat Mirsyam Rasyid.

Menurutnya, perlengkapan yang dimaksud berupa topi dan training yang kini baru masuk dalam tahap lelang. Mengacu kepada aturan berlaku, pengadaan kelengkapan tersebut harus melalui sistem lelang yang diperkirakan memakan waktu beberapa pekan.

“Bisa saja kita laksanakan kegiatannya tanpa harus menunggu lengkap, tetapi konsekuensinya adalah nanti hanya jaket yang bisa digunakan,” ujar Afiat.

Sedangkan dari segi administrasi, Afiat menyebutkan sudah siap sepenuhnya. Sebanyak 492 atlet dan pelatih akan menjadi peserta dalam pelaksanaan desentralisasi mandiri tersebut. Rinciannya, 382 atlet dan 110 pelatih sebagai pesertanya.

“Tetapi jumlah tersebut masih bisa berubah karena ini masih tahap pertama. Untuk ke tahap selanjutnya seperti sentralisasi, bisa saja jumlah tersebut berkurang,” jelas Afiat.

Mengenai pelaksanaannya, Afiat mengatakan sudah ada beberapa pengurus provinsi (pengprov) di beberapa cabang olahraga (cabor) yang menjalankannya. “Untuk memantau jalannya desentralisasi yang sudah dijalankan oleh beberapa pengprov cabor tersebut, nantinya akan dibentuk tim monitoring,” tambahnya.

Selain kelengkapan tersebut, para atlet nantinya juga akan mendapatkan uang saku. “Bentuknya nanti berupa paket, jadi nantinya uang yang diserahkan kepada atlet sudah termasuk suplemen dan transportasinya,” tuntasnya. (*/ndy/dwi/k9)


Leave a comment

Your email address will not be published.

*