Dulu Mencari Ikan, Kini "Mengejar" Medali Emas di Laut Melirik Berau, Kiblat Pembinaan Olahraga Layar di Kaltim


mereka berlatih tak kenal lelah

sumber :KaltimPost

Sumber Foto2 : Doc Lekop Kaltim

Dulu Mencari Ikan, Kini “Mengejar” Medali Emas di Laut
Melirik Berau, Kiblat Pembinaan Olahraga Layar di Kaltim

KEJAR PRESTASI: Jika sebelumnya anak-anak pesisir suka ikut mencari ikan ke laut, kini lebih tertarik mengejar prestasi pada cabang layar.(Endro/kp)

Setiap sore, di dermaga Tanjung Batu, Berau terlihat kesibukan bocah-bocah menurunkan perahu layar ke laut. Perahu itu bukan yang biasanya untuk mencari ikan. Ukurannya lebih kecil dengan layar mudah diarahkan. Ya, mereka adalah para atlet andalan Kaltim pada cabang layar.

Sarana Perahu Layar terpelihara dgn Rapi

Sarana Perahu Layar terpelihara dgn Rapi


ENDRO S EFENDI, Berau.

SEPINTAS mereka tak berbeda dengan bocah-bocah lainnya. Bedanya, mereka sudah akrab dengan perahu layar. Mereka juga sudah terbiasa membiarkan kulitnya terbakar sinar matahari. Apalagi, laut sudah menjadi tempat bermain sejak kecil. Karena itu, ketika diarahkan menjadi atlet layar, tak memerlukan waktu lama.

Adalah Teddy Abay, pria yang bekerja di perusahaan tambang batu bara PT Berau Coal ini pertama kali memopulerkan layar di Berau. Teddy yang kini dipercaya sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau, sejak 2000 silam mencoba merintis dan membina para atlet layar di daerah ini. Setelah menjaring anak-anak berbakat, hasilnya kini siap bersaing di berbagai kejuaraan skala lokal bahkan nasional dan internasional.

Team Lekop Monitoring atlit Layar

Team Lekop Monitoring atlit Layar

Sejak membuka pusat pelatihan layar di Tanjung Batu delapan tahun silam, didukung perusahaan tempatnya bekerja, Teddy berhasil mengajak bocah-bocah berusia di atas 10 tahun yang dulunya ikut melaut mencari ikan, kini disibukkan menggeluti perahu layar. Perusahaan juga memberikan dukungan berupa pengadaan perahu layar untuk latihan.

Atlit Layar bersama Drs H.Saleh Basire dari Team Lekop Kaltim

Atlit Layar bersama Drs H.Saleh Basire dari Team Lekop Kaltim

”Tapi semua tidak berjalan mudah. Perlu kesabaran, termasuk memberikan pengertian pada orangtua mereka. Sekarang layar sudah menjadi hobi yang tidak dapat dipisahkan. Anak-anak juga senang bisa meraih prestasi,” beber Teddy. Kini, bocah-bocah itu tak hanya menjadi kebanggaan orangtua mereka, tapi juga kebanggaan Kaltim.

Agar prestasi itu bisa diperhatikan, Berau Coal kemudian dijadikan bapak angkat olahraga ini. Sejak 2010, perusahaan itu mendukung sebagian pembiayaan bulanan untuk pusat pelatihan layar di Tanjung Batu. Dana tersebut untuk operasional latihan dan pembinaan atlet muda layar. Namun sejatinya, dukungan perusahaan sudah diberikan sejak layar dikembangkan di Berau pada 2000 lalu di Pulau Derawan.

Latihan atlit Layar yang sudah terprogram, mereka perlu penambahan gizi yg cukup

Latihan atlit Layar yang sudah terprogram, mereka perlu penambahan gizi yg cukup

Namun, kunci keberhasilan atlet Berau juga tak lepas dari kerja dan kemauan keras para atlet mudanya. Setiap hari putra putri Bumi Batiwakkal ini menghirup udara laut, menghabiskan keceriaan mereka di atas perahu dan tiupan angin laut. Yang ada di benak mereka hanyalah latihan dan latihan. “Prestasi yang diraih ternyata di luar dugaan,” kata Agus Narbito, pelatih atlet layar Berau.

Membiasakan mereka menekuni layar, di sekolah mereka di Tanjung Batu bahkan diberikan ekstrakurikuler layar. ”Jumlah atlet layar Berau saat ini 90-an orang. Semua anak pesisir dari Tanjung Batu dan Pulau Derawan,” kata Kosim Nurseha, juga pelatih atlet layar.

Menuju Derawan

Menuju Derawan

Apalagi, menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau, Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Berau akan berusaha mengumpulkan medali seperti yang pernah dicapai pada PON XVII/2008 Kaltim lalu dengan meraih 4 emas, 2 perak dan 7 perunggu. Hasil itu memberikan andil mendongkrak posisi Kaltim pada posisi 3 besar pada 2008 lalu.

Demikian pula saat Porprov IV Kaltim di Bontang, Desember 2010, Berau juga meraih juara umum layar dengan 6 medali emas, 2 medali perak dan 2 medali perunggu. Terakhir pada Sukan Borneo IV Kaltim, akhir 2011 tadi, layar untuk pertama kalinya juga dipertandingkan di Kaltim sebagai tuan rumah tepatnya di perairan Tanjung batu Kecamatan Pulau Derawan Berau. Atlet Berau mewakili Kaltim berhasil menjadi juara umum dengan 8 medali emas, 4 medali perak dan 4 medali perunggu.

Mempertahankan dan meningkatkan pencapaian prestasi puncak PON XVIII/2012 di Riau & SEA Games XXVII/2013, dibentuk Program Pembinaan Atlet Pelajar Cabang Olahraga Layar di Boathouse Tanjung Batu Kecamatan Pulau Derawan Berau, yang bertanggung jawab dalam pencapaian prestasi sesuai target.

Saat ini sedang dibina dan dilatih 100 atlet usia dini, remaja, dan senior. Mereka dari SD, SMP Kasai serta SD, SMP dan SMK di Tanjung Batu Kecamatan Pulau Derawan dan Kecamatan Pulau Maratua. Selain itu SMA dan mahasiswa di Tanjung Redeb. Seluruhnya adalah hasil seleksi Sailing Camp alias program penelusuran bakat cabang olahraga layar sejak 2000 lalu.

Tidak hanya di Tanjung Batu, rencananya pusat pembinaan layar juga akan dikembangkan di kawasan pesisir yakni Kecamatan Talisayan dan Kecamatan Biduk-Biduk. Dengan begitu, Berau diharapkan akan menjelma menjadi pusat pembinaan atlet layar tak hanya bagi Kaltim, tapi juga atlet layar andalan Indonesia. (far)


4 Comments on Dulu Mencari Ikan, Kini "Mengejar" Medali Emas di Laut Melirik Berau, Kiblat Pembinaan Olahraga Layar di Kaltim

  1. Semoga apa yang anda harapkan bisa terwujud demi kemajuan negara trcinta kita ini, amin.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*