LEKOP Kaltim Amati Porprov Edi Alioedin: Tuan Rumah Terlalu Berambisi Juara Umum


Jumat, 21 Februari 2014 – 07:27:23 | Olahraga | Dibaca : 243 Kali

SAMARINDA – Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (LKOP) Kaltim angkat bicara soal tidak dipertandingkannya beberapa cabang olahraga (cabor) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V/2014 Kaltim, September mendatang. Dalam pengamatannya, Samarinda sebagai tuan rumah dinilai terlalu berambisi juara umum.

Sekretaris LKOP Kaltim Edi Alioedin menuturkan, pada perhelatan Porprov, seharusnya seluruh cabor dipertandingkan. Karena, tujuan dari Porprov itu, adalah untuk menjaring atlet berprestasi Kaltim sebagai persiapan menghadapi kejuaraan nasional (Kejurnas) dan Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) yang biasanya digelar setahun sebelum PON XIX 2016 Jabar.

“Semua cabor harusnya ikut serta, dan Samarinda sebagai tuan rumah bukan hanya ingin sekadar menang untuk menjadi juara umum. Sebaiknya harus memperhitungkan, jangan sampai ada cabor yang jadi korban. Kasihan mereka yang tidak dipertandingkan, akhirnya menggelar kejuaraan daerah sendiri. Harus diingat, Porprov itu bukan mencari ajang prestise, tapi ajang prestasi,” tegas Edi Alioedin, Kamis (20/2) kemarin.

Edi menerangkan, pelaksanaan Porprov seharusnya mengacu kepada cabor yang dipertandingkan pada PON XIX 2016 di Jawa Barat. Untuk itu, terang Edi, seluruh cabor yang ada di bawah binaan KONI Kaltim, berhak memperjuangkan suaranya untuk diikutsertakan.

Selain itu, Edi menyayangkan, keputusan Panitia Besar (PB) Porprov V 2014 Kaltim yang dinilai sepihak. Padahal, tuan rumah seharusnya bukan sekadar berambisi juara umum, sehingga mencoret sebagian cabor karena alasan tidak ada atlet dan venue.

“Argumen ini menjadi tidak beralasan, masak tidak dilombakan karena hanya tidak ada venue dan atlet. Tidak ada atlet itu risiko, begitu pun dengan venue, sebenarnya bisa kerja sama dengan kota lain yang memiliki venue, ‘kan itu ada anggarannya,” kata Edi.

Sebagaimana Porprov III yang digelar di Kutai Kartanegara (Kukar), Edi mengatakan, semua cabor bisa merasakan kemeriahan kejuaraan bergengsi itu. Meskipun begitu, tuan rumah bisa menjadi juara umum tanpa harus mencoret sebagian cabor. (*/sal/is/k10)


Leave a comment

Your email address will not be published.

*