MUSYAWARAH OLAHRAGA KOTA LUAR BIASA SAMARINDA CACAT HUKUM


2013.02.27_calon ketua koni 2

2013.02.27_calon ketua koni 2

MUSYAWARAH OLAHRAGA KOTA LUAR BIASA SAMARINDA
CACAT HUKUM
Memperhatikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KONI Tahun 2007 maka Pelaksanaan Musyawarah olahraga Kota luar biasa Samarinda dipandang melanggar dan tidak sesuai ketentuan AD/ART KONI (Cacat Hukum), hal ini dapat di jelaskan sbb :
1. Mengacu kepada ps 28 AD Yo ps 33 ayat 7 ART bahwa musyawarah kota luar biasa dapat diselenggarakan :
a. sewaktu-waktu oleh pengurus Komite olahraga kota bilamana di anggap perlu dengan menyebutkan secara singkat dan tegas mengenai hal yang akan di bicarakan.
b. Musorkotalub juga dapat diselenggarakan atas permintaan tertulis dari paling sedikit 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota yang ada di wilayah kerja komite olahraga kota dan didalam surat permintaan itu harus di sebutkan secara singkat dan tegas mengenai hal yang akan di bicarakan.
c. Pengurus Komite olah raga kota wajib menyelenggaraan musorkotalub bila ada permintaan tersebut.
Musorkotalub ini jelas–jelas menyebutkan pergantian Ketua Umum yang lowong karena ketua umum Rina Barito. SH berhenti (karena menjadi anggota DPRD /pejabat publik Kota Samarinda)
Sesuai ps 40 U.U. no 3 tahun 2005 yo ps 56 peraturan Pemerintah no. 16 th 2007, adapun masa bakti kepengurusan Komite olahraga kota Samarinda adalah tahun 2011 s/d 2014.
2. Pemilihan Ketua umum pengganti antar waktu seharusnya melalui penjaringan calon.
3. Penjaringan baru diadakan pemilihan secara tertutup dan rahasia.
4. Calon Ketua umum pengganti antar waktu menyampaikan visi dan misinya dalam forum Musorkotalub Samarinda secara resmi.
5. Kenyataan yang terjadi hasil pandangan umum dijadikan dasar untuk menetapkan Ketua Umum Terpilih.
Seharusnya pandangan umum adalah penilaian pertanggungjawaban kerja Komite Olahraga Kota Samarinda selama dipimpin oleh Ketua umumnya RINA BARITO SH sesuai dengan Program kerja yang telah di tetapkan dalam musyawarah Kota pada tahun 2011.
Dari pandangan Umum tersebut ternyata para peserta juga menyampaikan nama KetuaUmum Pengganti Antar Waktu yang sekaligus dijadikan keputusan terpilihnya Sdr Aidil Fitri sebagai Ketua Umum tanpa melalui prosedur pada poin 2,3 dan 4 tersebut diatas.
6. Sebagai Ketua umum pengganti antar waktu seharusnya melaksanakan tugasnya sisa masa kepengurusan sebelumnya sampai tahun 2014 saja.
7. Kenyataannya Ketua Umum terpilih Aidil Fitri mengangkat 2 orang Formatur diluar musyawarah (Muslimin, cabor Anggar, dan Bunyamin, cabor Gulat) untuk menyusun kepengurusan Komite olahraga Kota Samarinda Periode 2013 s/d 2017 (lihat AD ps 25 ayat 4).
8. Tidak ada hak Ketua Umum terpilih membubarkan kepengurusan yang ada (periode 2011 s/d 2014) dan menyusun kepengurusan yang baru. Aidil Fitri hanya sebagai pengganti antar waktu ketua umum yang Lowong karena masa periode yang lalu belum berakhir sampai tahun 2014.
9. Apabila Ketua Umum yang baru (Aidil Fitri ) ingin mengadakan penggantian pengurus atau perampingan kepengurusan dapat di laksanakan melalui resafle Kepengurusan yang dilaksanakan dalam rapat pleno Komite Olahraga Kota Samarinda setelah mendengar pendapat Dewan Kehormatan dan Dewan Penyantun.
10. Dalam hal ini tidak ada kepengurusan demisioner kepengurusan terus berjalan dengan di pimpin oleh pengurus yang ada.
Demikian telaahan dan pengamatan kami mengenai Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa Samarinda yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 8 januari 2013 di Samarinda.
Semoga hasil telaah dan pengamatan serta kajian ini dapat menjadi perhatian kita bersama, agar dikemudian hari tidak terjadi adanya pelanggaran terhadap ketentuan Anggaran Dasar dan Angaran Rumah Tangga KONI.

Team Lembaga Kajian Olah Raga Prestasi (LeKOP)
KALIMANTAN TIMUR


Leave a comment

Your email address will not be published.

*