Mutasi Atlit Dalam rangka PON (Pekan Olah Raga Nasional)


MUTASI ATLET DALAM RANGKA
lekopkaltim.files.wordpress.com/…/mutasi-atlet-dalam-rangka-pon-2012.pp…
Jenis Berkas: Microsoft Powerpoint – Tampilan Cepat
PERATURAN MUTASI ATLET DALAM RANGKA PEKAN OLAHRAGA NASIONAL. Surat Keputusan No. 15 Tahun 1995 (21-01-1995) tentang : Ketentuan Mutasi Atlet Antar Daerah …

PERATURAN MUTASI ATLET DALAM RANGKA PEKAN OLAHRAGA NASIONAL
Surat Keputusan No. 15 Tahun 1995 (21-01-1995) tentang : Ketentuan Mutasi Atlet Antar Daerah Dalam Rangka PON.
Surat Keputusan No. 25 Tahun 2006 (13-03-2006) tentang : “Pengesahan Peraturan Tentang Mutasi Atlet Dalam Rangka PON”.
Surat Keputusan No. 56 Tahun 2010 ( 31-05-2010) tentang : “ Peraturan Mutasi Atlet Dalam Rangka PON”.

Mutasi Merupakan Hak setiap Atlet.
Demi ketertiban dan kelancaran penyelenggaraan PON, khususnya menyangkut kepastian Atlet sebagai peserta yang mewakili salah satu provinsi, perlu dibuat Peraturan Mutasi.
Tujuan Peraturan Mutasi adalah agar Atlet yang melakukan mutasi dilakukan melalui prosedur yang benar dan sah.

Mutasi atlet menganut AZAS DOMISILI.
Organisasi Cabor berhak untuk memberikan Rekomendasi MENOLAK atau MENERIMA setiap permohonan Mutasi Atlet.
Komite Olahraga Provinsi berhak untuk MENERIMA atau MENOLAK Permohonan Mutasi Atlet.
Atlet yang melakukan Mutasi wajib mengikuti Prosedur yang telah ditetapkan.
PROSEDUR PELAKSANAAN
Seorang atlet yang akan melakukan mutasi wajib mengajukan Surat Permohonan Mutasi (SPM) ke Klub/PengKab/Kota Cabor yang bersangkutan dengan tembusan kepada:
Komite Olahraga Kab/Kota
Pengprov. cabor
Komite Olahraga Provinsi
SPM Wajib dilengkapi dengan:
Surat Keterangan Pindah Domisili
Fotocopy Bukti Alasan Mutasi.
ALASAN MUTASI
Mengikuti kepindahan orang tua.
Mengikuti suami/isteri.
Pindah tugas/mutasi pegawai.
Mendapat pekerjaan di provinsi tujuan.
Diterima di sekolah/PT di provinsi tujuan.

WAKTU PERMOHONAN
Pengajuan Mutasi secara Tertulis oleh Atlet diajukan selambat-lambatnya 2 (dua) Tahun sebelum pelaksanaan PON.

STRATIFIKASI REKOMENDASI
Klub/Pengkab/Kota mengeluarkan Surat Rekomendasi Prinsip Mutasi (SRPM) diketahui oleh Komite Olahraga Kab/Kota.
Pengprov Cabor mengeluarkan Surat Rekomendasi Mutasi (SRM).
KONI menerbitkan Surat Keputusan Banding (SKB).
PENYELESAIAN ADMINISTRASI
Klub/Pengkab/Kota setelah menerima SPM Wajib menyelesaikan SPRM paling lambat 30 (tiga puluh) hari yang diketahui Komite Olahraga Kab/Kota dan tembusan kepada Komite Olahraga Provinsi dan Atlet yang bersangkutan.
Apabila SPRM tidak dikeluarkan lewat tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari, maka Atlet yang bersangkutan dianggap telah mendapat persetujuan (DITERIMA).
Dalam SPRM harus disebut Alasan DITERIMA atau DITOLAKNYA Mutasi.

Pengprov. cabor setelah menerima SPRM, Wajib menyelesaikan Permohonan Mutasi tersebut selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya SPRM.
Pengprov Wajib mengeluarkan SRM yang ditembuskan kepada KONI PB/PP, Komite Olahraga Kab/Kota (asal), Klub/Peng Kab/Kota dan atlet yang bersangkutan.
SRM harus menyebutkan ALASAN DITERIMA atau ALASAN DITOLAK.
Komite Olahraga Provinsi seteleh memproses Wajib mengeluarkan SKM.
KEBERATAN ATAS PENOLAKAN
Atlet yang bersangkutan mengajikan banding ke KONI melalui BAORI (BADAN ARBITRASE) atas Penolakan Permohonan Mutasi.
BADAN ARBITRASE
Permohonan Banding dari Atlet tersebut diselesaikan melalui BAORI berdasarkan peraturan dan prosedur BAORI.
BAORI wajib memeriksa dan memutus permohonan banding selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah permohonan teregistrasi.
KOMPENSASI
Penyelesaian Kompensasi dapat dibicarakan antara Komite Olahraga Provinsi asal dan Komite Olahraga Provinsi yang dituju.
Uang Kompensasi oleh Komite Olahraga Provinsi Asal didistribusikan secara Musyawarah kepada :
Klub/Pengkab/Kota
Komite Olahraga Kab/Kota
Pengprov Cabor
Komite Olahraga Provinsi
Bilamana tidak tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak, maka Penyelesaiannya diputus oleh BAORI.
PENGAWASAN
KONI berkewajiban melakukan Pengawasan terhadap setiap Pelaksanaan Mutasi Atlet.

SANKSI
SANKSI ATLET :
Seorang atlet yang melakukan mutasi tanpa melalui prosedur sebagaimana yang diatur dalam peraturan ini TIDAK BOLEH BERTANDING DALAM PON.
Seorang atlet yang melakukan mutasi TERBUKTI memberikan keterangan palsu terhadap alasan perpindahan domisilinya akan dikenakan SANKSI TIDAK BOLEH BERTANDING DALAM PON.
Seorang atlet yang MEMALSUKAN data mutasi berdasarkan peraturan ini, akan dikenakan SANKSI PENCABUTAN GELAR DAN PENARIKAN MEDALI YANG TELAH DIPEROLEHNYA.

Sanksi bagi Komite Olahraga Provinsi yang dituju :
Komite Olahraga Provinsi penerima atlet yang dikenakan sanksi, TIDAK DIIKUTKAN BERTANDING DALAM PON DARI CABOR ATLET YANG BERSANGKUTAN.
PENUTUP
Dengan Berlakunya Peraturan ini, maka segala Peraturan yang berlaku menyangkut Mutasi Atlet yang dikeluarkan KONI sebelumnya dinyatakan TIDAK BERLAKU.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
H. Sabran Malisi, SH
PENGDA IPSI KALTIM
Ketua Harian 1980 – 1998
Penyelia/Penasehat 1998 – 2002
PENGDA PELTI KALTIM
Ketua II 1986 – 2002
Penasehat 2005 – sekarang
KONI PROV. KALTIM
Sekum 1987 – 1991
Kabid Litbang 1991 – 1995
Kabdi Binpres 1995 – 1999
Ketua Komisi PPLD 1999 – 2003
Kabid Organisasi 2003 – 2005
WAKIL KETUA SIWO PWI KALTIM 1990 – 1995
KETUA SIWO PWI KALTIM 1995 – 2000
WAKIL KETUA LeKOP KALTIM 2005 – Sekarang


Leave a comment

Your email address will not be published.

*