website lekop


amarinda (ANTARA Kaltim) – Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (Lekop) Kalimantan Timur memberi catatan bahwa sukses lima besar yang dicapai oleh kontingen Kaltim pada ajang PON XIX 2016 di Jawa Barat, sebenarnya juga terjadi penurunan prestasi oleh atlet Kaltim. Wakil Sekretaris Lekop, HM Fadli di Samarinda, Rabu, mengatakan penurunan prestasi tersebut dengan bukti raihan medali yang diraih oleh kontingen Kaltim yakni 25 emas, 48 perak dan 72 perunggu. Sementara bila dibandingkan prestasi pada PON XVIII di Riau, kontingen Kaltim bisa mencapai lima besar dengan raihan 44 emas, 45 perak dan 50 perunggu. “Ada penurunan 19 medali emas, memang banyak faktor yang menjadi penyebabnya, namun perlu diingat bahwa pada saat pra PON tim Kaltim bisa meraih medali 76 emas, 86 perak dan 86 perunggu, terlepas ada yang pra-PON wilayah, tapi hasil ini perlu dievaluasi,” jelasnya. Fadli membeberkan data pencapaian Kaltim di sejumlah even PON, yakni pada PON tahun 2000 di Jawa Timur kontingen Kaltim bisa meraih 17 emas dan menduduki peringkat ke-tujuh, empat tahun kemudian pada PON 2004 di Palembang Kaltim meraih 19 emas, 28 perak dan 36 perunggu dan menduduki ke-sembilan. Secara peringkat terjadi penurunan bila membandingkan data antara PON 2000 di Jatim dan saat PON Palembang 2004, namun bila melihat data perolehan medali ada peningkatan dua medali emas. “Namun yang terjadi pada saat itu kepengurusan KONI didemo karena dianggap telah gagal dalam memenuhi target peringkat, padahal faktanya ada kenaikan prestasi atlet dengan adanya tambahan dua emas, yang menjadi pertanyaan ukuran kesuksesan prestasi atlet peringkat atau medali,” jelasnya. Anggota Lekop Hariyanto menambahkan bahwa dalam kajian Lekop ada beberapa cabang olahraga di Kaltim yang layak mendapatkan pujian seperti cabang layar yang berhasil meraih empat medali emas. “Padahal target yang disampaikan ke KONI cuma tiga, artinya mereka merupakan cabang yang dinilai berhasil dan patut mendapatkan apresiasi,” jelasnya. Berbeda dengan anggota Lekop Saleh Basire yang menyoroti cabang andalan Kaltim yakni gulat, Ia mengatakan meskipun gulat masih sebagai cabang olahraga yang paling banyak menyumbangkan emas untuk tim Kaltim dengan raihan enam emas, namun bila dilihat dari prestasi nasional terjadi penurunan drastis. Sebab lanjut Saleh yang juga sebagai mantan pelatih Gulat, selama pelaksanaan PON baru di Jawa Barat tim Gulat Kaltim lepas dari prestasi juara umum. “Intinya kami tetap memberikan apresiasi kepada KONI atas prestasi lima besar yang diraih, namun kami melihat banyak hal yang patut menjadi evaluasi utamanya untuk menatap PON empat tahun ke depan di Papua,” jelasnya. (*) Editor: Rahmad COPYRIGHT © ANTARA 2016


Leave a comment

Your email address will not be published.

*